| JAM SOSIAL SPIRITUAL | |||
|
|
JAM SOSIAL & SPIRITUAL
JAM SOSIAL & SPIRITUAL Kita mulai dari yang terakhir dahulu, yaitu fondasi atau dasarnya adalah waktu buat pribadi dan keluarga. Ketika kita bangun tidur, hal pertama yang kita lakukan adalah mengucapkan syukur atas kenikmatan bisa di beri nafas kehidupan. Setelah itu kita mulai dengan merencanakan apa yang akan kita kerjakan hari ini, dalam bahasa teknis sering disebut RKH (rencana kerja harian). Bagi bapak – bapak, biasanya memikirkan rencana – rencana apa saja yang akan di buat nanti di tempat usaha atau kantornya. Sedangkan bagi ibu – ibu, akan menggunakan waktu – waktu produktifnya buat mendidik anak – anaknya, mengantar ke sekolah atau membantu usaha atau pekerjaan suaminya buat kehidupan keluarga. Yang kedua, yaitu tiang atau pilar – pilarnya adalah waktu sosial buat ummat atau masyarakat alam semesta, jika di waktu buat keluarga, kita menginginkan buat melaksanakan impian buat pribadi dan keluarga, sementara di waktu sosial kita membuat impian sosial kita buat masyarakat dan lingkungan kita entah sebagai bagian dari kelurahan, kecamatan, negara / bangsa atau sebagai bagian dari warga bumi dan warga alam semesta. Kita akan memulainya dengan berhubungan / jejaring secara sosial dalam rangka melakukan kerja – kerja sosial. Bagi seorang pendakwah, kerja sosialnya adalah memberikan penyadaran kepada ummat untuk mengisi jam dan waktunya dengan hal – hal yang manfaat. Sementara bagi seorang trainer bisa berbagi keilmuan yang dimilikinya dalam bentuk hard skill, soft skill maupun technical skill serta berbagi pengalaman kepada para audiensnya. Yang ketiga, yaitu atap adalah waktu spiritual buat Allah SWT. Sesuai dengan esensi kita di ciptakan yaitu untuk semata – mata ber’ibadah kepada Allah SWT. Dengan memahami waktu spiritual, kita harus membagi porsi yang seimbang dengan waktu sosial dan keluarga atau pribadi kita. Jika kita mampu untuk setiap malam bertahajud, maka bertahajudlah di sepertiga malam, karena disaat – saat itu merupakan salah satu waktu – waktu khusus yang akan di ijabah/dikabulkan oleh Allah SWT. Atau jika kita mampu, jadikanlah dari setiap gerak kehidupan kita, dari mulai fajar hingga fajar kembali, mengiringi semangat spiritual dan ber’ibadah kepada Allah SWT. Ketika kita diperjalanan, jadikanlah perjalanan kita ini bagian dari ‘ibadah. Ketika kita bertransaksi bisnis, jadikanlah transaksi kita ini disaksikan oleh Allah SWT, baik secara sadar atau pun tidak. Insya Allah tidak ada alasan lagi dari waktu yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita menjadi tersia – sia. Akhirnya sahabat inspirasi, untuk mengingatkan kita akan waktu, satu kalimat penutup yaitu jadikanlah waktu kita untuk mencetak Prestasi matahari bertahtakan rembulan dalam jam pribadi dan keluarga, sosial serta spiritual kehidupan kita, itulah anugrah paling indah yang diberikan oleh Sang Pencipta kepada kita, manusia yang di buat dalam sebaik – baiknya bentuk.
|































Comments
RSS feed for comments to this post.