http://m.inspirasihati.com

http://www.magnet-id.com/

KOMPILASI TULISAN PENUH HIKMAH

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Alhamdulillah, segala Puji hanya bagi Allah SWT, yang senantiasa memberikan berjuta kenikmatan kepada semua hamba-Nya. Salam dan Shalawat semoga senantiasa tercurah suri tauladan umat, Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabat serta pengikutnya hingga akhir zaman.

Saatnya buat Sahabat yang suka berda'wah melalui tulisan? Tuangkan kekuatan inspirasi Sahabat melalui tulisan penuh makna dan hikmah nantikan karya da'wah sahabat dipublish di www.InspirasiHati.com
email Naskah dikirim ke
awanalbana@yahoo.com

Semoga Menjadi Amal Ibadah Sahabat, amin
Jazakumulloh Khairan Katsiran
Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

INDEX HIKMAH UPDATE

NSP_PREV NSP_NEXT
Kekuatan Rayap
HIKMAH TAHUN BARU ISLAM
AYAH, MAAFKANLAH AKU...
RAHASIA TUKANG BECAK YANG HAJI TAHUN INI
MENUNTUN TUNANETRA
Kisah Qurban Bu Sumi
MENGENANG LELAKI TUA, AYAHKU
NASI, GARAM DAN MINYAK JELANTAH
Wong Fei Hung, Ulama Jagoan dari Guandong
JERUK BUSUK...RASA MANIS
YA ALLAH, KAPAN AKU MENGANGKAT KOPERKU SENDIRI ?
IBU PERKASA PENCARI NAFKAH
'Ayah, bolehkah berpacaran?'
Pelajaran Syukur dari Dua Orang Pengamen
MARHABAN YA RAMADAN!
ZIKIR ITU PENAWAR HATI
BELAJAR MENGHARGAI ORANG LAIN
MAMPIR NGOMBE
LAPAR HATI
JAM SOSIAL SPIRITUAL
ANTI VIRUS KEHIDUPAN
Pengemis aja BANGUN PAGI
TEH INSPIRATIF
5 PINTU MENUJU KEBAHAGIAAN
KESABARAN SEORANG GURU
YANG TERMAHAL DALAM DO'A
KALO GEDE MO JADI APA, NAK?
SEDEKAH, MAMPU TAK MAMPU...
GADIS CILIK DI LAMPU MERAH
SI JUJUR DAN SI BERANI
BUNYI YANG BERARTI
MENGAPA BERTERIAK?
KEKUATAN PUJIAN
LAPAR HATI
Tuesday, 20 July 2010 23:00    PDF Print

LAPAR HATI
[Penulis : Qosim Nursheha Dzulhadi]

Hari Soul Putra

 

Apakah hati bisa ‘lapar’? Pertanyaan ini mungkin agak sedikit menggelikan. Tapi itulah realitanya. Bahwa hati ternyata bisa ‘lapar’. Saya ingin membuktikan hal itu dengan hasil bacaan saya dalam satu suplemen majalah NOOR.

Dalam suplemen itu dicatat bahwa “makanan sering dijadikan pelampiasan emosi saat stress, frustasi, jengkel, dll. Berdasarkan penelitian, secara alamiah seorang akan memilih makanan yang renyah (kacang, crakers), kenyal (siomay, permen, jelly) dan bertekstur (pizza, crepes, burger) saat sedang lapar emosional. Atau makanan lembut (es krim, keju, pasta), menenangkan (bolu, pudding, pie) atau yang penuh memori (risoles, roti isi cokelat, gulali), saat sedang lapar hati (perasaan hampa, resah, bosan, lelah, kesepian).

Untuk 2 jenis kelaparan ini (lapar emosional dan lapar hati_red), sebaiknya yang diperbaiki adalah kondisi emosionalnya, agar keinginan makan, yang tidak perlu, menjadi berkurang. Misalnya dengan banyak bersedekah dan berzikir”.

Itulah yang saya temukan dari suplemen tersebut. Luar biasa! Saya benar-benar inspired untuk mengulas lebih lanjut bahwa hati kita memang ada saat merasakan ‘lapar’. ‘Lapar’ hati biasanya ditimbulkan oleh pikiran yang lelah, stress, dan tertekan. Merasa teralienasi, hampa, bosan, kesal, dslb, adalah beberapa contoh penyakit yang bisa membuat hati kita ‘lapar’.

Seorang sahabat Rasulullah SAW, ‘Abdullah ibn Mas‘ud pernah bertutur, “Jika hatimu sedang ‘lapar’, berwudhulah. Jika masih merasakan resah dan gelisah, maka shalatlah. Jika masih juga merasakan hal yang sama, bacalah Al-Qur’an. Jika belum berubah juga, mohonlah kepada Allah agar memberikan ‘hati yang lain’. Karena hati yang engkau pakai, ‘bukan’ hatimu.”

Kita sendiri sering merasakan bagaimana hati kita begitu ‘lelah’ dan ‘lapar’. Menurut Imam ‘Ali karramallâhu wajhahu, hati itu ibarat jasad (tubuh). Bisa merasakan letih dan capek, bahkan lapar. Oleh karena itu beliau berpesan, “Hiburlah hati itu sesaat demi sesaat. Karena dia juga merasa ‘bosan’, letih dan capek seperti letihnya tubuh.”

Jika tubuh yang letih (karena fisik, tampak secara zahir) sangat mudah memberikan soluis dan obatnya. Ketika tubuh lapar, obatnya jelas sekali: “makanan”. Kita bisa langsung mengonsumsinya. Yang sulit adalah mendiagnosa ‘lapar’ hati ini. Terkadang kita lalai bahkan mungkin tidak sadar, bahwa hati kita sedang ‘lapar’. Sehingga kita tidak tahu harus memberikan apa untuk hati kita. Obatnya adalah ‘wisata hati’. Hati harus selalu kita deteksi. Karena dia adalah ‘raja’ jasad kita. Penyakit jasad bisa kronis, jika didukung oleh penyakit hati. Jika hati kita ‘lapar’ yang menyebabkan dia sakit, maka jasad akan ikut rusak, bahkan binasa.

Benar apa yang diusulkan oleh suplemen NOOR, bahwa kelaparan hati harus diobati (minimal) dengan dua hal: [1] sedekah dan [2] zikir. Sedekah adalah penghapus dosa-dosa kecil dan kesalahan yang kita lakukan. Dosa dan kesalahan itu adalah ‘noktah hitam’ yang menyakiti hati. Semakin banyak kita berbuat dosa dan maksiat, maka hati semakin sakit. Hati yang sakit adalah hati yang ‘lapar’. Ia harus cepat diobati, salah satunya adalah dengan memperbanyakn sedekah.

Menurut Allah di dalam Al-Qur’an, zikir itu “penentram” hati. DIA menjelaskan, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka tentram dengan zikir kepada Allah. Sungguh, hanya dengan “zikrullah” lah hati-hati menjadi tentram.” (Qs. Al-Ra‘du: 28). Oleh karena itu, Kanjeng Nabi SAW menyuruh kita agar senantiasa ‘membasahi’ lisan kita dengan zikir. “Hendaknya lisanmu selalu basah dengan zikrullah.” (HR. al-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Amatlah zalim siapa yang menyengsarakan hatinya. Sungguh berdosa orang yang melaparkan hatinya. Oleh karena itu, kita harus terus ‘mengenyangkan’ hati kita dengan memperbanyak sedekah dan zikrullah. Insya Allah, hati kita akan menjadi hati yang bersih, cemerlang dan benar-benar sensitif terhadap channel-channel kebaikan dan kebenaran. [Q]

 

Add comment


Security code
Refresh

TIDAK BISA MENDENGARKAN RADIO LIVE STREAMING KLIK >> [ wmpfirefoxplugin]

StudyZone Islamic BroadcastingMagnet Hosting95.5 RASfm JakartaAM792 Radio Suara As Syafi'iyah Jakarta89.5 SPAfm SukabumiQommunity Radio GermanyRadio-QU Cirebon