http://m.inspirasihati.com

http://www.magnet-id.com/

KOMPILASI TULISAN PENUH HIKMAH

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Alhamdulillah, segala Puji hanya bagi Allah SWT, yang senantiasa memberikan berjuta kenikmatan kepada semua hamba-Nya. Salam dan Shalawat semoga senantiasa tercurah suri tauladan umat, Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabat serta pengikutnya hingga akhir zaman.

Saatnya buat Sahabat yang suka berda'wah melalui tulisan? Tuangkan kekuatan inspirasi Sahabat melalui tulisan penuh makna dan hikmah nantikan karya da'wah sahabat dipublish di www.InspirasiHati.com
email Naskah dikirim ke
awanalbana@yahoo.com

Semoga Menjadi Amal Ibadah Sahabat, amin
Jazakumulloh Khairan Katsiran
Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

INDEX HIKMAH UPDATE

NSP_PREV NSP_NEXT
Kekuatan Rayap
HIKMAH TAHUN BARU ISLAM
AYAH, MAAFKANLAH AKU...
RAHASIA TUKANG BECAK YANG HAJI TAHUN INI
MENUNTUN TUNANETRA
Kisah Qurban Bu Sumi
MENGENANG LELAKI TUA, AYAHKU
NASI, GARAM DAN MINYAK JELANTAH
Wong Fei Hung, Ulama Jagoan dari Guandong
JERUK BUSUK...RASA MANIS
YA ALLAH, KAPAN AKU MENGANGKAT KOPERKU SENDIRI ?
IBU PERKASA PENCARI NAFKAH
'Ayah, bolehkah berpacaran?'
Pelajaran Syukur dari Dua Orang Pengamen
MARHABAN YA RAMADAN!
ZIKIR ITU PENAWAR HATI
BELAJAR MENGHARGAI ORANG LAIN
MAMPIR NGOMBE
LAPAR HATI
JAM SOSIAL SPIRITUAL
ANTI VIRUS KEHIDUPAN
Pengemis aja BANGUN PAGI
TEH INSPIRATIF
5 PINTU MENUJU KEBAHAGIAAN
KESABARAN SEORANG GURU
YANG TERMAHAL DALAM DO'A
KALO GEDE MO JADI APA, NAK?
SEDEKAH, MAMPU TAK MAMPU...
GADIS CILIK DI LAMPU MERAH
SI JUJUR DAN SI BERANI
BUNYI YANG BERARTI
MENGAPA BERTERIAK?
KEKUATAN PUJIAN
Wong Fei Hung, Ulama Jagoan dari Guandong
Saturday, 23 October 2010 01:43    PDF Print

Wong Fei Hung, Ulama Jagoan dari Guandong

Source : Majalah Islam Sabili

alt

 

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film "Once Upon A Time in China". Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang ulama, ahli pengobatan, dan ahli beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong).

Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan jurus "Tendangan Tanpa Bayangan" yang legendaris.

Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju.

Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan jurus "Cakar Macan" dan jurus "Sembilan Pukulan Khusus".

Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek.

Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.

Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid.

Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin. 

 

Comments  

 
0 #2 fauzan 2012-04-14 07:56 subhanallah…salut akan pengabdiannya…muslim yg baik Quote
 
 
0 #1 fauzan 2012-04-14 07:55 subhanallah…salut atas pengabdiannya… Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

TIDAK BISA MENDENGARKAN RADIO LIVE STREAMING KLIK >> [ wmpfirefoxplugin]

StudyZone Islamic BroadcastingMagnet Hosting95.5 RASfm JakartaAM792 Radio Suara As Syafi'iyah Jakarta89.5 SPAfm SukabumiQommunity Radio GermanyRadio-QU Cirebon