http://m.inspirasihati.com

http://www.magnet-id.com/

KOMPILASI TULISAN PENUH HIKMAH

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Alhamdulillah, segala Puji hanya bagi Allah SWT, yang senantiasa memberikan berjuta kenikmatan kepada semua hamba-Nya. Salam dan Shalawat semoga senantiasa tercurah suri tauladan umat, Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabat serta pengikutnya hingga akhir zaman.

Saatnya buat Sahabat yang suka berda'wah melalui tulisan? Tuangkan kekuatan inspirasi Sahabat melalui tulisan penuh makna dan hikmah nantikan karya da'wah sahabat dipublish di www.InspirasiHati.com
email Naskah dikirim ke
awanalbana@yahoo.com

Semoga Menjadi Amal Ibadah Sahabat, amin
Jazakumulloh Khairan Katsiran
Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

INDEX HIKMAH UPDATE

NSP_PREV NSP_NEXT
Kekuatan Rayap
HIKMAH TAHUN BARU ISLAM
AYAH, MAAFKANLAH AKU...
RAHASIA TUKANG BECAK YANG HAJI TAHUN INI
MENUNTUN TUNANETRA
Kisah Qurban Bu Sumi
MENGENANG LELAKI TUA, AYAHKU
NASI, GARAM DAN MINYAK JELANTAH
Wong Fei Hung, Ulama Jagoan dari Guandong
JERUK BUSUK...RASA MANIS
YA ALLAH, KAPAN AKU MENGANGKAT KOPERKU SENDIRI ?
IBU PERKASA PENCARI NAFKAH
'Ayah, bolehkah berpacaran?'
Pelajaran Syukur dari Dua Orang Pengamen
MARHABAN YA RAMADAN!
ZIKIR ITU PENAWAR HATI
BELAJAR MENGHARGAI ORANG LAIN
MAMPIR NGOMBE
LAPAR HATI
JAM SOSIAL SPIRITUAL
ANTI VIRUS KEHIDUPAN
Pengemis aja BANGUN PAGI
TEH INSPIRATIF
5 PINTU MENUJU KEBAHAGIAAN
KESABARAN SEORANG GURU
YANG TERMAHAL DALAM DO'A
KALO GEDE MO JADI APA, NAK?
SEDEKAH, MAMPU TAK MAMPU...
GADIS CILIK DI LAMPU MERAH
SI JUJUR DAN SI BERANI
BUNYI YANG BERARTI
MENGAPA BERTERIAK?
KEKUATAN PUJIAN
MENGENANG LELAKI TUA, AYAHKU
Tuesday, 02 November 2010 11:08    PDF Print

MENGENANG LELAKI TUA, AYAHKU
Oleh RB Thamrin




Malam itu saya berjalan pulang dariMasjid Pusdai Bandung. Di depan Gedung Sate, mata saya tertuju pada sesosok tubuh yang sedang tertidur di trotoar jalan. Saya amati agak lama, ternyata sosok itu adalah seorang pria tua. Dari penampilannya saya yakin ia adalah seorang gelandangan.

Saat itu terlintas pertanyaan di benak saya. Di manakah anak-anak dari bapak tua ini? Mengapa seorang bapak tua harus tidur kedinginan di pinggir jalan? Tidakkah ia mempunyai anak atau keluarga? Bukankah sudah kewajiban anak-anak untuk memelihara orang tuanya? Apakah pantas seorang ayah yang telah bersimbah keringat, darah dan air mata, berkorban untuk anak memperoleh balasan tidur di pinggir jalan di usia senja?

Teringat sebuah cerita. Ada seorang lelaki yang hidup bahagia dengan anak, isteri, dan ayah kandungnya. Suatu hari banjir hebat melanda kampung mereka. Ketika semua orang sibuk menyelamatkan diri, si lelaki beruntung mendapatkan sebatang kayu. Kayu ini tidak terlalu besar hanya cukup untuk 2 orang. Ia berfikir saat itu, siapa satu orang lagi yang harus ia angkut dengan kayu itu. Akhirnya Ia putuskan untuk membawa ayah kandungya, dengan resiko isteri dan anaknya terbawa banjir yang semakin membesar. Ketika ditanya apa alasan beliau memilih ayah kandungnya, bukan anak atau isteri. Ia menjawab, bahwa Insya Allah jika saya kehilangan anak dan isteri, Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Tapi seorang ayah kandung, saya hanya mendapat satu kali seumur hidup.

Masya Allah. Pikiran saya segera melayang ke rumah. Teringat ayah saya yang sedang duduk di kursi roda, menahan sakit stroke yang telah diderita 3 tahun terakhir. Saya harus segera pindahkan ke atas tempat tidurnya. Kaki ini dipaksa untuk semakin cepat melangkah, mencari kendaraan umum yang selalu saja penuh.

Catatan:
Sebuah permohonan maaf untukmu ayah. Lama kita tidak berbicara, entah kesibukan apa yang membatasi kita. Sampai akhirnya Allah memisahkan, dan kita tidak dapat saling bicara untuk selamanya. Kuharap Allah mempertemukan kita di surganya kelak. Amiin.

 

Comments  

 
0 #1 fauzan 2012-04-14 08:05 amin…sy trmasuk anak yg sring bikin kesal bpk sy… Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

TIDAK BISA MENDENGARKAN RADIO LIVE STREAMING KLIK >> [ wmpfirefoxplugin]

StudyZone Islamic BroadcastingMagnet Hosting95.5 RASfm JakartaAM792 Radio Suara As Syafi'iyah Jakarta89.5 SPAfm SukabumiQommunity Radio GermanyRadio-QU Cirebon