Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Alhamdulillah, segala Puji hanya bagi Allah SWT, yang senantiasa memberikan berjuta kenikmatan kepada semua hamba-Nya. Salam dan Shalawat semoga senantiasa tercurah suri tauladan umat, Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabat serta pengikutnya hingga akhir zaman.
Bagi Sahabat yang suka berda'wah melalui nasyid / gambus / marawis / hadroh / qasidah dan berniat menyebarluaskan pesan da'wah sahabat (Free Download) kirimkan Demo Karya Da'wah sahabat + kirim data aktivasi RBT (bila ada) dan nantikan karya da'wah sahabat dipublish di www.InspirasiHati.com
File tersebut dikirim ke awanalbana@yahoo.com
Semoga Menjadi Amal Ibadah Sahabat, amin, Jazakumulloh Khairan Katsiran Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
BagisahabatInspirasi yang tertarikdenganRBTdari DENI ADEN dalamrangkamensupportda'wahbeliau, silahkanaktifkan Ring Back Tone (RBT) DENI ADEN dibawahini :
PROFILE DENI ADEN
“Dari Yogyakarta tebarkan salam persaudaraan dan perdamaian
dalam balutan syair religi”
Sebelumnya tak terbayang dibenaknya untuk menjadi seorang munsyid, Ia mengaku pelan-pelan sedang belajar mencari jati dirinya sebagai muslim dengan bernasyid. Ia ingin keberadaan nasyid sebagai sarana syiar Islam bisa sejajar dengan trend musik lainnya yang meramaikan blantika musik tanah air.
Pria kelahiran Bandung Jawa Barat yang sekarang menetap di Yogyakarta ini, banyak mengambil inspirasi langgam dari lagu-lagu reliji yang kerap didengar sejak masih kanak-kanak saat tinggal bersama orang tuanya yang juga ustadz dan Ibundanya yang suka bersenandung qasidahan di daerah perkebunan teh di selatan Bandung.
Masa SMP sempat menjadi santri Pondok Pesantren di Bandung, yakni Pondok Pesantren Wanasari Panyocokan Ciwidey dan Pondok Pesantren Darul Falah Cihampelas Cililin. Saat masa SMP tercatat sebagai siswa SMPN 1 Ciwidey Bandung, dan sempat menjadi ketua OSIS tahun 1993-1994.
Tahun 1998 lulus dari STMN Kima Bandung, pada masa ini sempat menjadi penulis, penyiar radio, penyanyi kafe, vokalis grup band dan terakhir menjadi pemandu wisata yang mengantarkannya sampai di Yogyakarta. Dimasa-masa menjadi pemandu wisata inilah, banyak mendapat tebaran hikmah dan pengalaman spiritual yang membawanya kepada keputusan untuk mendalami musik religi.
Tahun 1999 hijrah ke Yogyakarta. Deni Aden tercatat di FKIP Bahasa Inggris Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, di kota pelajar inilah secara tidak sengaja bertemu dengan Gus Muhammad Basis, salah seorang Ulama dan Budayawan Yogyakarta yang mensuport untuk serius di jalur seni religi. Di tahun ini pula mulai atas inisiatif dan support Gus Muhammad Basis, dibentuk grup nasyid beraliran akustik dengan beberapa teman kuliah dari Riau, Gorontalo, Palembang dan Lombok. Grup yang dibentuk bernama Eling Karepe (sekarang Sapu Jagad). Eling karepe berasal dari bahasa Jawa, Eling artinya ingat, karepe artinya maunya, maunya ingat, ke barat, ke timur, ke utara, ke selatan, ingat maunya kepada Allah. Begitu filosofis yang diambil oleh Gus Muhammad Basis yang memberi nama Eling karepe.
Berawal dari ‘Eling Karepe’
Dimasa awal berdiri, keberadaan Eling Karepe banyak diapresiasi masyarakat Yogyakarta, walau semua personil bersal dari luar Yogyakarta. Berbagai event perlombaan musik reliji di Yogyakarta dan Jawa Tengah banyak diikuti Eling Karepe dan tak jarang menjadi pemenang dalam event tersebut. Sejak kemunculannya, Eling Karepe, grup yang mengambil genre akustik ini, banyak mendapat apresiasi dan diundang untuk mengisi berbagai acara, tidak hanya di Yogyakarta namun juga sampai di luar Jawa seperti Madura, Jambi, Riau, Dll. Bahkan tak jarang Eling Karepe berkolaborasoi dengan seniman muslim/nasyider lainnya seperti Raihan, Snada, Opick Tombo Ati, The Fikr, Tazakka, Justice Voice, Dll.
Ciri khas sebuah nasyid tak begitu mudah untuk diciptakan tanpa adanya keseriusan dan skill dari personilnya. Tak terkecuali dengan Eling Karepe, grup nasyid kota pelajar ini berusaha untuk menghasilkan karya-karya lagu nasyid yang easylistening dan mudah dinikmati. Hal inipun diterapkan Eling Karepe. Eling karepe harus bisa memposisikan dengan baik dimana Eling Karepe tampil, misalnya didaerah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Eling Karepe lebih banyak membawakan lagu-lagu bernuansa shalawat yang familiar dimasyarakat Jawa. Karya-karya EK banyak didominasi nuansa etnik. Ragam etnik Melayu, Jawa, Sunda, Lombok dan Padang Pasiran. Karya-karya EK pun dapat di download sebagai nada tunggu Handphone.
AKTIF MEMBUAT LAGU RELIGI
Bagi Deni Aden, Nasyid adalah satu aliran berkreasi yang menyuguhkan karya bernuansa relijus. Di Indonesia perkembangan nasyid cukup pesat, kalau dulu hanya disuguhkan eksklusif dalam acara-acara religi tertentu, kini seiring perkembangan, nasyid sudah sangat familiar dengan masyarakat. Tak sedikit masyarakat yang merespon bagus akan keberadaan seni nasyid yang pada perkembanganya mengalami berbagai ekplorasi dengan karakter dan ciri tersendiri.
Tahun 2003, mengeluarkan album perdana bertitel ANAK ADAM, di album inilah salah satu lagunya, Doamu Ibu dan Mulo Elingo sempat menjadi hits dan banyak di request di radio-radio, tidak hanya di Yogyakarta, namun juga di luar Yogyakarta. Beberapa lagu dalam album Eling Karepe seperti Mulo Elingo dan Ajaran Sunan Drajat, terinspirasi dari syair klasik peninggalan Walisongo. Hal inipun kerap diambil sebagai syair oleh musisi Islam lainnya, lagu-lagu tersebut bahkan mencapai hits seperti lagu Tombo Ati yang popular dibawakan dalam nuansa baru oleh Opick dan Lir-Ilir yang populer oleh Cak Nun dan Kyai Kanjeng.
Dua tahun kemudian, kembali mengeluarkan album kedua yang bertitel SHAUM (2005), lagu-lagu dalam album ini antara lain : Sepertiga malam terakhir, Pangharapan Hamba, Pengakuan Kehinaan dan Doa Sapu Jagad. Khusus Doa Sapu jagad sempat dibawakan kolaborasi bersama Faris dan Jusvan ‘Justice Voice’ Serta Taqin ‘Fatih’. Tahun 2007, keluar album KINASIH (2007) mencetak hits degan lagunya antara lain : Kinasih, Ajaran Sunan Drajat, Kerudian lagi, Syukur Nikmat, dll.
Pada Ramadhan 1430 H/2009, terjadi pergantian personil Eling Karepe dan perubahan nama menjadi grup Sapu Jagad, sempat rehat selama dua bulan, dimasa transisi inilah, Deni mendapat tantangan baru, yakni tawaran dari produser untuk mengeluarkan album solo bergenre pop religi, dalam kurun waktu dua bulan berhasil diciptakan 10 lagu yang diaransemen khusus oleh arranger/musisi senior Yogyakarta Bang Yudhi Bakiak. Adapun semua syair diambil dari kumpulan puisi religi “OASE karya Gus Muhammad Basis. Lagu-lagu dalam album ini antara lain : Sapu Jagad, Hakikat Hidup, Ruh Suci, Nur Muhammad, Kekasih, Musafir, Janya Allah, Sambung Sanak, Kafirkah Aku dan Anak Cucu Adam.
Melodi di album sapu jagad lebih sederhana dibandingkan album sebelumnya. Untuk mendapatkan nuansa khusus dan mood dalam lagu-lagu di album Sapu Jagad, Deni sempat searching nada di Pesantren Bandung, disinilah banyak mendapat inspirasi dari langgam-langgam yang sudah populer di masyarakat. Pendekatan inilah yang diambil dengan harapan lagu-lagu di album Sapu Jagad bisa dengan mudah diterima berbagai lapisan masyarakat. Harapan kedepan, semoga diberi istiqomah di jalur ini dan senatiasa mengharapkan doa dari masyarakat seperti dalam senandung Sapu jagad, yakni kebaikan di dunia dan akhirat. (2010)
DENI ADEN
SAPU JAGAD MANGEMNET
Jl. Rejowinangun 15 Yogyakarta
EMAIL :
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
BLOG : www.deniaden.blogspot.com
FB : Deni Aden/ Aden Deni / Sapu Jagad
Telpon : 0274-7007316/ 081804236444
Add comment
TIDAK BISA MENDENGARKAN RADIO LIVE STREAMING KLIK >> [ wmpfirefoxplugin]