Cinta akan Indah Bila dilandasi dengan Ta’aruf

Makna cinta disini ialah seperti ta’aruf yang sering kita kenal dengan perkenalan atau saling mengenal. Ta’aruf antara lawan jenis yang diartikan sebagai proses perkenalan antara seorang ikhwan dan seorang akhwat untuk mendapatkan keyakinan terkait menuju jenjang pernikahan. Tetapi penafsiran di zaman sekarang sudah berbeda, anak muda sering sekali memaknai ta’aruf dengan pacaran yang justru menjerumuskan kedalam permainan setan. Seorang akhwat baper karena ada sebabnya, yaitu dengan kata-kata manis yang terucap dari bibir seorang ikhwan.
Cinta memang anugrah yang diberikan Allah kepada setiap hambanya, dan wajar jika seorang ikhwan suka kepada akhwat ataupun sebaliknya, seterusnya bagaimana caranya untuk mendapatkan seseorang yang dicintainya,dengan izin Allah cinta bisa menjadi ibadah yang amat luar biasa yaitu dengan ikatan pernikahan. Jika takdirnya sudah berjodoh maka semua itu tidak akan kemana-mana asalkan kita harus bisa memperbaiki diri kita menjadi lebih baik dan tak perlu berpacaran karena sama halnya dengan kita menjaga jodoh orang lain dan sudah jelas bahwa dalam islam berpacaran hukumnya haram.
Seperti Allah berfirman yang artinya :
” Maha suci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari mereka sendiri, maupun dari apa yang telah mereka ketahui.” (Q.S Ya-sin 36: Ayat 36)
Ayat-ayat Allah sudah jelas bahwa semua makhluk yang berada di dunia ini pasti berpasang-pasangan janganlah takut dan berpikir kehabisan seseorang untuk penyempurna ibadah serta iman kita, Allah sudah menyiapkan semua itu saat kita sedang ada dalam rahim ibu kita, dan Bagi seorang akhwat harus susah untuk didapatkan oleh seorang ikhwan, bukan hanya dengan coklat dan rayuan-rayuan yang keluar dari mulutnya, engkau mau diajak berpacaran atau sebagainya. Sebagai seorang ikhwan bukan hanya berani memberi coklat tetapi beranilah memberi seperangkat alat solat.
Dalam firman Allah yang artinya :
” Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (Q.S An-nur 24: Ayat 26).
Sudah jelas bukan bahwa ayat Allah sudah menjawab semua permasalahan yang ada di bumi, Maka dari itu mau jadi apakah kita ?
Semua tergantung dari apa yang kita kerjakan selama di dunia. Mau mendapatkan jodoh yang baik dimata Allah maka perbaiki akhlak kita, jika ingin mendapatkan yang biasa saja maka tetaplah begitu tetapi, pada hakikatnya manusia menginginkan berjodoh dengan orang yang baik di sisi Allah, semua harus dilandasi karena Allah agar setiap langkah kita selalu di mudahkan dan diridhoi oleh-Nya (Allah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *