Melepas Amarah dengan Meraih Keikhlasan

Terkadang didalam kehidupan kita sering merasakan emosi, marah dan bahkan kecewa baik dari hal sepele atau bahkan hal yang membuat hati kita merasa tidak tenang. Dari situ kita harus bisa mengendalikannya dan berusaha untuk tidak lagi merasakan hal yang serupa, meskipun memang selalu datang disetiap kehidupan kita. Dengan perasaan emosi yang sering kita sembunyikan akan mengakibatkan siklus energi terganggu dan akan menimbulkan gangguan pada kesehatan. Terlebih bahaya jika emosi dalam bentuk amarah maka akan menimbulkan kehancuran dan masalah yang cukup besar. Seharusnya kita paham dengan pengendalian pada diri kita masing-masing agar emosi tebih terkontrol bahkan lebih baik jika emosi kita dialihkan ke hal positif yang menghasilkan karya dan prestasi, karena dengan begitu amarah yang tadinya kita luapkan sangat menakutkan dan bahkan bisa mencelakakan orang lain menjadi hal yang akan memberi pengaruh baik kepada orang lain dan khusunya kepada diri kita sendiri.

Dengan cara bersyukur kepda Allah atas apa yang telah Allah berikan baik itu cobaan maupun kebahagiaan kita harus bisa mensyukurinya. Jika kita masih merasa sangat kesal atau masih menyimpan amarah kepada orang lain maka kita belum bisa mengontrol diri, dengan begitu Ikhlaskanlah, maafkanlah serta lupakan hal buruk yang perah membuat kalian menjauh dari sahabat, teman, pasangan bahkan orang tua dengan begitu hati akan merasa tenang, pikiran pun tidak akan berfikir lebih kerasa dari biasanya karena permasalahan yang kita hadapi sudah terselesaikan serta bisa lebih fokus kepada tujuan hidup tanpa harus terbebani oleh penyakit hati.

Semoga Allah mengaruniai sabar yang tidak terbatas dan ikhlas yang tidak bertepi untuk kita semua, sehingga rintangan apapun yang kita hadapi akan merasa lebih ringan. Terus tersenyum meskipun sedang berada dalam ke adaan yang tidak kunjung membaik dan ingatlah bahwa Allah tidak akan tega jika hanya memberikan cobaan tanpa membantu hambanya dalam menyelesaikan masalah. Terus berhusnuzon kepada Allah dan hambanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *