Mempererat Tali Silaturahmi

Kita adalah mahluk sosial yang tidak akan bisa berdiri sendiri, pasti akan membutuhkan orang lain baik itu teman, keluarga, tetangga dan yang lainnya berguna untuk berkumpul, mengobrol, membagi kebaikan dan lain-lain. Allah sudah menetapkan bagimu Hubungan saling berkunjung atau disebut dengan silaturahmi, ada kepedulian sama-sama ingin tahu kabar masing-masing. Orang yang tidak mau bertanya bukan berarti ia sombong, egois dan dia tidak mau mempererat talisilaturahmi, tetapi dari situ kita harus mendahului sebuah percakapan atau mengajak bersilaturahmi karena semua manusia memiliki sifat yang berbeda-beda. Allah tidak menginginkan kepada kita orang yang acuh dan masa bodoh terhadap sesamanya.

Dari Anas bin Malik radhiallahu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Artinya: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezkinya, dan ingin dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Al-Bukhari no. 5986)
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Dengan amalan saling perduli satu sama lain atau disebut dengan bersilaturahmi saja Allah memudahkan hambanya dalam segala urusan apalagi amalan-amalan yang lain, dan ingatlah Allah maha kuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang sempurna kecuali sang pencipta alam semesta dan seisinya. Islam menyuruh umatnya memperbanyak silaturrahmi dengan siapapun dan dimanapun. Sebab dalam kehidupan keseharian, setiap individu selalu membutuhkan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri. Silaturahmi merupakan ibadah yang sangat mulia, mudah dan membawa berkah. Maka dari itu marilah kita melaksanakan silturahmi kepada semua umat manusia terutama kepada orang-orang terdekat terlebih dahulu, berbuat baik dan saling tolong menolong agar jika kita memiliki kesusahan akan diganti juga dengan kebaikan yang telah kita lakukan kepada orang terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *