Mengutamakan Apa?

Kita suka dibingungkan dengan hal melanjutkan sekolah, pesantren atau bahkan kerja, tetapi dari Ayah dan Ibu memberikan arahan yang berbeda dengan apa yang kita inginkan, dari situ kita pasti merasakan kebingungan yang bisa merunjuk pada setres karena hal itu sering sekali muncul di pikiran kita dengan sendirinya. Pada saat itu juga kita harus menentukan mau kemana kita, jika kita memilih untuk bekerja hanya uang, kesenangan dunia dan penyesalan yang kita dapatkan karena kita akan merasakan lelahnya menjadi orang bodoh tidak sebanding dengan lelahnya bekerja, berbeda jika kita memilih untuk mencari ilmu semuanya akan kita dapatkan sepertiĀ ilmu, pekerjaan, penghasilan dan tidak hanya untuk diri sendiri saja tetapi ilmu tersebut akan bermanfaat bagi orang lain.

Sebagaimana Allah berfirman
” Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti? (Q.S Al-An’Am: 32)
Dari ayat di atas sudah jelas bahwa kita tidak hanya mempersiapkan bekal untuk di dunia saja tetapi harus mempersiapkan juga bekal untuk di akhirat, Seperti kebanyakan orang mempersiapkan bekal di dunia mereka mencari pekerjaan yang halal untuk memenuhi kebutuhan hidup, jangan sampai kita terlena dengan keindahan dunia, kebanyakan dari manusia yang tidak mempercayai akan adanya kehidupan setelah kematian mereka benar-benar hanya mencari kesenangan semata dan orang-orang seperti itu sungguh mereka berada dalam kerugian. Mempersiapkan akhirat dengan cara melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan larangan-Nya serta menuntut ilmu sebab dengan kita memiliki ilmu maka hidup kita akan bermanfaat bagi orang lain khususnya bagi diri kita sendiri, sebagaimana pepatah menyatakan “Carilah Ilmu Dari Ayunan Sampai Ke Liang Lahat”. Bisa kita pelajari bahwa dengan mencari ilmu tidak akan ada kata terlambat sebelum nyawa sudah mencapai kerongkongan, jangan sampai kita kalah dengan anak kecil yang begitu semangat dalam mencari ilmu, dari situ kita seharusnya berpikir orang lain saja bisa masa kita sendiri tidak bisa, dengan begitu kita akan berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik dari sebelumnya dan selalu berhusnuzon kepada Allah bahwa semuanya telah dipersiapkan, tugas kita sebagai makhluk Allah terus berusaha dan bersungguh-sungguh serta niatkan semuanya demi mencapai ridho Allah semata.
sebagimana firman Allah
” Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Mereka bergembira dengan kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat. (Q.S Ar-Ra’d: 26)
Dari ayat-ayat Allah (Al-quran) sebagai petunjuk bagi manusia, Jika kita ingin merasakan kasih sayang Allah dan mendapatkan rezeki yang lebih banyak maka kita harus pandai-pandai dalam bersyukur dengan begitu kehidupan kita akan terasa bahagia, sejahtera, dan tentram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *