Menuju Lebih Baik Lagi Dengan Berhijrah

Berhijrah bukan suatu hal yang mudah ketika kita baru mengalaminya, tapi berhijrah pun bukan suatu bukan suatu yang sulit ketika kita mampu menjalani hari-hari tanpa ragu. Apa jaminan yang kita dapatkan setelah berhijrah? Apakah berhijrah itu tidak berat? Setelah berhijrah Insyaallahkita akan mendapatkan jaminan yang baik dari Allah sebagaimana firmannya. “Barangsiapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati dimuka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rosulnya kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ketempat yang dituju), maka sesungguhnya telah tetap pahala di sisi Allah. Dan adalah Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (An-nisa:100)

Seorang ulama mengatakan “Ikutilah jalan-jalan petunjuk dan jangan sedih karena sedikit pengikutnya. dan jauhilah jalan-jalan kesesatan dan janganlah gentar karena banyaknya orang-orang binasa karena mengikuti mereka.” Kita kuatkan tekad di hati untuk kembali kepadanya dan meninggalkan semua yang menghalangi
cinta kita kepadanya. ya memang berhijrah itu berat seperti perjalan hijrah Rosululah dan kaumnya dari mekkah ke madinah penuh perjuangan rintangan dan mendapat berbagai cacian.

Sama seperti berhijrah pada masa sekarangdisaat hati sudah memiliki kemauan namun ada saja halangan dan rintangan disekitar kita, yang mencela niat kita bahkan berusaha untuk menggagalkan hijrah kita. Disitulah kita harus terus menguatkan hati dan meneguhkan niat untuk hijrah status, hijrah cinta, hijrah dari pakaian, hijrahdari akhlak, dan lain sebagainya. seperti Sayyidah Summayah dan suaminya yang rela meninggal demi mempertahakan tauhid, Suhaib Bin Sinan rela meninggalkan seluruh hartanya demi mengikuti Rosulullah, Bilal Bin Rabah, Sayyidah Zainab dan masih banyak para sahabat lainnya.

Lalu apa yang telah kita lakukan untuk diri kita dibanding dengan perjuangan hijrah mereka? Masih tegakah kita mendzolimi diri sendiri dan mencelakakannya? Masih enggankah seorang hamba berusaha mencintai Rabbnya? Masih enggankah seorang hamba berusaha mencinta penciptanya? Setelah rabbnya tulus mencintai hambanya dan ia selalu mengasihi, menyayangi, melindungi, memberi ampunan dan segalanya bahkan ia akan memeluk hambanya ketika ia bersujud kepada Allah mengadukan seluruh kesahnya.

Jadi mana yang lebih pantas lagi untuk kita cintai, kita puji, kita ingat, kita agungkan, dan kita dekati selain Allah? tak ada bukan. Mari berhijrah dan jangan lagi menuhankan makhluknya dengan berlebihan mencintai, dengan banyak mengingatnya, hingga membuat kita lupa untuk mencintai
sang maha cinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *