Pemalu Sebagian Dari Pada Iman

Sebagai seorang perempuan yang sangat mulia dan di dunia diibaratkan seperti perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang sholehah. Dalam ke sholehahan nya perempuan harus mempunyai sifat malu-malu tapi bukan malu-maluin, karena mahkota seorang perempuan yang sholehah adalah punya sifat
pemalu, semakin besar rasa malunya semakin tinggi nilainya dan semakin besar rasa malunya maka semakin besar mahkota yang dia pakai. Sifat pemalu yang ada pada manusia khususnya pada perempuan adalah kebaikan karena kalau tidak mempunyai rasa malu maka seorang perempuan akan melakukan apa saja yang dia suka tanpa memikirkan hukum Allah seperti haram atau halalnya, dan pemalu itu sebagian dari kehormatan dan harga diri sehingga ketika seseorang tidak mempunyai sifat pemalu maka dia kehilangan kehormatan dan harga dirinya.

Rasa malu yang Allah berikan kepada setiap manusia terkhusus kepada perempuan adalah anugrah yang harus dijaga agar selalu ada dalam diri kita sendiri, karena dengan kita selalu menjaganya maka kita senantiasa selalu bersyukur dengan apa yang Allah berikan kepada kita, seperti yang dapat kita contohkan ialah Aisyah Raddhiyallah anhu mempunyai sifat pemalu saking pemalunya Aisyah RA wajahnya sampai kemerah-merahan atau panggilan Nabi Muhammad ialah humaira, tidak hanya Aisyah RA Maryam, Khodijah dan Fatimah mempunyai rasa pemalu. Kita sebagai generasi pelurus bangsa seharusnya bisa mencontoh hal yang baik yang di ajarkan di zaman Rasulallah serta harus mengamalkannya di kehidupan sehari-hari dengan orang terdekat dengan kita terlebih dahulu.

Kejarlah kebaikan dari Allah berupa pahala-pahala dan niatkan semua yang kita kerjakan karena Allah semata. Amalan-amalan yang akan sering kita dapatkan ketika seseorang telah menikah karena menikah adalah setengah dari agama, seperti Nabi Musa mencari cinta agar dekat dengan pemilik cinta, Nabi Musa mencari cintanya makhluk agar mendapatkan cintanya Allah SWT. Khususnya untuk laki-laki harus mengetahui bahwa diamnya perempuan menunjukan bahwa seseorang itu ridho dan jika kita berjalan dengan yang bukan mahkrom maka etika jalan yang baik adalah laki-laki di depan dan perempuan di belakangnya, karena dengan begitu perempuan akan merasa terjaga dan terhormat kesuciannya yang telah Allah SWT berikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *